📢   📢   ⏩

Pengertian dan Cara Kerja Proxy Enkripsi Data

Pengertian dan Cara Kerja Proxy Enkripsi Data

Pentingnya enkripsi data di era digital saat ini tidak bisa diabaikan, terutama dengan peningkatan kompleksitas kejahatan cyber dari tahun ke tahun, yang membuat kebutuhan akan enkripsi yang tepat menjadi semakin mendesak.

Namun, sayangnya, masih ada kekurangan dalam penerapan enkripsi oleh berbagai organisasi dalam komunikasi internet mereka, dengan hanya 56% perusahaan yang menerapkan enkripsi secara luas.

Sebagai contoh, sebuah laporan risiko data global dari Varonis pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 53% perusahaan memiliki lebih dari 1.000 file dan folder sensitif yang tidak dienkripsi dan dapat diakses oleh semua karyawan mereka.

Fakta ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika kita mempertimbangkan bahwa biaya rata-rata untuk pelanggaran data yang melibatkan 50 juta hingga 65 juta catatan data mencapai angka yang mengejutkan, yaitu $401 juta.

Namun, dengan menerapkan strategi enkripsi yang lebih ketat, perusahaan dapat menghemat rata-rata $1.4 juta untuk setiap serangan.

Sebanyak 93% perusahaan berencana atau telah menerapkan enkripsi gateway API untuk mencegah pelanggaran data. Namun, yang mengkhawatirkan adalah setiap hari, tujuh juta catatan data yang tidak dienkripsi menjadi kompromi.

Dampak dari enkripsi yang tidak memadai tidak hanya berpengaruh pada kerugian finansial, tetapi juga pada waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan setelah terjadi pelanggaran.

Laporan IBM Cost of a Data Breach memperkirakan bahwa dibutuhkan 287 hari untuk mendeteksi dan menangani pelanggaran data yang disebabkan oleh enkripsi yang tidak memadai.

Apa Itu Proxy?

Proxy adalah server yang bertindak sebagai perantara antara pengguna (bisa berupa individu atau perusahaan) dan internet.

Ketika Anda, sebagai pengguna, mengirimkan permintaan ke internet – misalnya, ketika Anda mencoba mengakses sebuah situs web – permintaan tersebut tidak langsung menuju ke situs web tersebut.

Sebaliknya, permintaan tersebut pertama-tama akan menuju ke server proxy.

Server proxy kemudian akan mengirimkan permintaan tersebut ke situs web yang dituju.

Dengan cara ini, alamat IP Anda – yang merupakan identifikasi unik perangkat Anda di internet – akan tersembunyi dari situs web yang Anda kunjungi. Situs web tersebut hanya akan melihat alamat IP server proxy, bukan alamat IP Anda.

Mengapa Enkripsi Data Penting?

Enkripsi data adalah proses vital dalam menjaga keamanan dan privasi informasi digital, baik untuk individu maupun organisasi.

Tanpa enkripsi, data yang dikirim dan diterima melalui internet dapat disadap dan dibaca oleh pihak ketiga, yang dapat mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari pencurian identitas hingga pelanggaran data besar-besaran.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa enkripsi data sangat penting:

  • Melindungi Informasi Sensitif: Enkripsi membantu melindungi informasi sensitif, seperti data pribadi, informasi keuangan, dan data kesehatan, dari pencurian atau penyalahgunaan.
  • Mencegah Pencurian Data: Dengan enkripsi, data yang disadap selama transmisi akan tetap tidak dapat dibaca dan tidak dapat digunakan oleh penyerang.
  • Memenuhi Persyaratan Kepatuhan: Banyak industri dan regulasi, seperti GDPR di Uni Eropa dan HIPAA di Amerika Serikat, mengharuskan data tertentu dienkripsi untuk melindungi privasi pengguna.

Studi Kasus

Pelanggaran data bisa terjadi pada siapa saja, dari individu hingga perusahaan besar, dan dampaknya bisa sangat merusak.

Untuk memahami betapa pentingnya enkripsi data dalam melindungi informasi kita, mari kita lihat beberapa kasus pelanggaran data yang nyata dan bagaimana enkripsi data bisa menjadi solusi yang efektif.

  • Pelanggaran Data Target: Pada tahun 2013, perusahaan ritel Amerika Target mengalami pelanggaran data yang mempengaruhi sekitar 110 juta konsumen.

Informasi kartu kredit dan debit dari jutaan pelanggan dicuri, yang mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan dan kerusakan reputasi bagi perusahaan.

Jika data tersebut telah dienkripsi, informasi kartu kredit dan debit tersebut akan tetap aman meskipun disadap.

Solusi: Setelah pelanggaran tersebut, Target mengambil langkah-langkah untuk memperkuat keamanan data mereka, termasuk penerapan teknologi enkripsi dan tokenisasi untuk melindungi data kartu pembayaran.

  • Pelanggaran Data Equifax: Pada tahun 2017, biro kredit Equifax mengalami pelanggaran data yang mempengaruhi sekitar 143 juta konsumen di Amerika Serikat.

Informasi pribadi, termasuk nomor Jaminan Sosial dan tanggal lahir, dicuri dalam pelanggaran tersebut. Jika data tersebut telah dienkripsi, informasi pribadi tersebut akan tetap aman meskipun disadap.

Solusi: Setelah pelanggaran tersebut, Equifax berinvestasi $1,25 miliar dalam teknologi dan keamanan data, termasuk penerapan enkripsi data, untuk mencegah pelanggaran serupa di masa depan.

Hubungan Proxy dengan Keamanan Data

Menggunakan proxy dapat memberikan beberapa manfaat keamanan, baik untuk individu maupun perusahaan. Berikut adalah beberapa cara proxy dapat membantu meningkatkan keamanan data:

  • Menyembunyikan Alamat IP Anda: Dengan menyembunyikan alamat IP Anda, proxy dapat membantu melindungi identitas Anda saat online. Ini bisa mencegah pihak ketiga dari melacak aktivitas online Anda atau menentukan lokasi geografis Anda berdasarkan alamat IP Anda.
  • Mengenkripsi Data Anda: Beberapa proxy, khususnya yang disebut “proxy HTTPS” atau “proxy SSL”, juga dapat mengenkripsi data yang dikirim dan diterima melalui server mereka. Ini berarti bahwa bahkan jika seseorang berhasil menyadap komunikasi antara Anda dan server proxy, mereka tidak akan bisa membaca data tersebut karena telah dienkripsi.
  • Memblokir Akses ke Situs Web Berbahaya: Banyak proxy perusahaan juga berfungsi sebagai firewall, yang dapat membantu mencegah pengguna dari mengakses situs web yang mungkin berbahaya atau tidak aman. Ini bisa membantu mencegah serangan malware atau phishing yang bisa mencuri data sensitif.
  • Meningkatkan Privasi dan Anonimitas: Dengan menggunakan proxy, pengguna dapat mengakses internet dengan lebih anonim. Ini berarti bahwa aktivitas online pengguna lebih sulit untuk dilacak, yang dapat membantu melindungi privasi dan keamanan data pengguna.

Cara Kerja Proxy Melakukan Enkripsi Data

Proxy melakukan enkripsi data dengan menggunakan protokol khusus yang dirancang untuk mengubah data yang dapat dibaca menjadi teks acak yang tidak dapat dibaca atau dimengerti tanpa kunci dekripsi yang tepat. Proses ini sering disebut sebagai enkripsi end-to-end.

Dua protokol enkripsi yang paling umum digunakan oleh proxy adalah SSL (Secure Sockets Layer) dan TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol ini bekerja dengan cara yang serupa:

  • SSL (Secure Sockets Layer): SSL adalah protokol enkripsi yang lama dan telah menjadi standar industri untuk transaksi web yang aman. SSL bekerja dengan membuat saluran enkripsi antara server proxy dan browser pengguna, yang memastikan bahwa semua data yang dikirim dan diterima melalui saluran tersebut aman dari penyadapan.
  • TLS (Transport Layer Security): TLS adalah penerus SSL dan menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi. TLS bekerja dengan cara yang sama dengan SSL, tetapi menggunakan algoritma enkripsi yang lebih kuat dan fitur keamanan tambahan.

Ketika data dikirim melalui proxy yang menggunakan SSL atau TLS, data tersebut pertama-tama akan dienkripsi sebelum dikirim.

Ini berarti bahwa data tersebut diubah menjadi teks acak yang tidak dapat dibaca. Data ini kemudian dikirim melalui internet ke tujuan akhirnya. Setelah sampai di tujuan, data tersebut akan didekripsi kembali menjadi format aslinya.

Contoh

Misalkan Anda menggunakan proxy untuk mengakses situs web perbankan Anda. Ketika Anda memasukkan nama pengguna dan kata sandi Anda, informasi ini akan dienkripsi oleh proxy menggunakan SSL atau TLS sebelum dikirim ke server bank.

Ini berarti bahwa jika ada pihak ketiga yang mencoba menyadap komunikasi Anda, mereka hanya akan melihat teks acak yang tidak dapat dibaca, bukan nama pengguna dan kata sandi Anda.

Dengan demikian, enkripsi data oleh proxy dapat membantu melindungi data sensitif Anda dari penyadapan dan pencurian.

Ini adalah alasan mengapa penting untuk selalu menggunakan proxy yang menawarkan enkripsi data, terutama ketika mengakses situs web yang memerlukan informasi pribadi atau sensitif.

Kesimpulan

Proxy dan enkripsi data adalah dua alat yang sangat efektif dalam melindungi informasi kita dari ancaman yang ada.

Proxy berfungsi sebagai perantara antara pengguna dan internet, menyembunyikan alamat IP kita dan memberikan lapisan tambahan privasi.

Sementara itu, enkripsi data melindungi informasi kita dari penyadapan dan pencurian, menjadikannya hampir mustahil bagi pihak ketiga untuk membaca atau memanipulasi data kita.

Namun, meski pentingnya proxy dan enkripsi data sudah jelas, masih banyak organisasi dan individu yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi ini.

Kasus pelanggaran data seperti yang dialami oleh Target dan Equifax menunjukkan betapa merusaknya dampak dari kegagalan dalam melindungi data. Namun, mereka juga menunjukkan bagaimana enkripsi data dapat menjadi solusi yang efektif.

Dengan demikian, pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus menggunakan proxy dan enkripsi data, tetapi bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi ini dengan cara yang paling efektif. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa data kita aman saat kita menjelajah web?

Bagaimana kita bisa melindungi informasi pribadi dan bisnis kita dari ancaman yang ada? Dan bagaimana kita bisa menjaga kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah ancaman keamanan yang semakin meningkat?

Jawabannya mungkin berbeda untuk setiap individu dan organisasi, tetapi satu hal yang jelas: proxy dan enkripsi data akan menjadi bagian penting dari jawaban tersebut.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

ABOUT AUTHOR

Satu SEO

Kami menyediakan jasa SEO terbaik dengan cepat dan bergaransi

RECENT POSTS
FOLLOW US ON
Facebook
Pinterest
WhatsApp
LinkedIn
Twitter